Gue bangga jadi Dokter hewan

Mahasiwa kedokteran hewan? huhu, pasti sebagian orang bakal ketawa hiks hiks hiks, ada yang nye-yel, geli, ada yang nyindir sambil ngatain serius aja lu? awak jaga-jaga kameng, awak lhuek punggoeng leumo, dan lain sebagainya. Nah itu yang pertama kali gue rasain pas tau pertama kali gue lulus jadi Maba Kedokteran hewan, but so yess, itu gak aneh lagi, karena memang opsi pertama gue milih departmen tersebut jadi first andalan. banyak argumen mulai berdatangan, isu-isu simpang siur dari temen-temen ma'had pesantren gue dulu mulai nyerang gue, yang dulunya sekolah di asrama, boarding school, ngomongnya ana-nahnu-anta-antuma-antum, yang dulunya di panggilin ustadz, abi, akhun dan lain sebagainya, sekarang jadinya Pak dok, mantri sampai ada yang panggil gue dokter binatang, hehehe.. Tapi gaapa-apa guys, banyak orang yang gak tahu apasih enaknya jadi dokter hewan, makanya mereka pada awam terhadap profesi kita, wkwkw.. setuju kagak? harus dong, hahaha.
    Well, Pernah gak sih? loe temen-temen gue semua Dohe-dohe seluruh Dunia terbesit dipikiran kalian bahwa jadi dokter hewan itu susah, ngomongnya sama hewan, pas mw nanya keluhan sama pasien, eh ga di jawab, tapi malah yang keluarnya "mbek-mbek" kalo pasien kita kambing, "meong-meong" kalo pasien kita kucing, "mooooo" kalo pasien kita sapi, "ghungg ghunggg" kalo pasien kita anjing. Banyak macam deh model jawaban yang keluar pas kita nanyakin dan ngajak ngobrol sama pasien tercinta kita.. oh yeah itulah hebatnya brayyyyy... Beda sama dokter manusia kan, kerja mereka makin mudah ketika keluhan yang ditanyakin sama dokternya dapat tejawabkan, walaupun nantinya bakal ada diagnosa tegas dari dokter untuk memvonis penyakit apa yang menyerang si pasien. hehehe. Kalo kita Dohe Gimana? Simak ini biar kamu bangga jadi Dokter hewan.

1. Incredible, Because Pasien kita gak cuman Anjing Kucing guys..!
        Mulai dari hewan kesayangan (kucing anjing) Ruminansia Besar (Sapi, leumo, lembu, kerbau, kuebeu, eitss sama aja ya, wkwk,, intinya sapi kerbau, dan kawan-kawannya) Ruminansia kecil (kambing, domba, dkk) kelinci, reptil, aves, hewan konservasi, bahkan kita juga bakal ngehadapin hewan buas lainnya jika suatu saat kita dokter hewan berprofesi di bagian Konservasi guys. So take easily, it's enjoyfull.

2. Pasien gak bisa ngomong
Ini sudah menjadi rahasia umum, benar kan guys? Kita bakal ga bisa nanyain pasien kita, sakit apa cing? udah sarapan tadi njing? kapan terakhir minum obat mbek? dan catatan anamnesa serta rekam medik lainnya. So, kita dokter hewan mesti professional dalam melakukan pemeriksaan-pemeriksaan yang kita lakukan harus benar-benar jitu, supaya diagnosa yang kita tegakkan tepat pula.

3. Dokter hewan sebagai profesi yang mulia
Why not? Dokter hewan punya tugas yang begitu mulia, tidak hanya melayani pasien, namun mengawal sejak dari hewan itu sakit, merawatnya dengan kasih sayang, tidak pilih kasih dengan hanya memperhatikan jenis hewan tertentu, namun semua hewan kita lakoni dengan baik, memberi makan, mengatur jadwal kebersihan dan perawatan rutin, hingga nantinya hewan yang kita rawat sembuh total seperti sedia kala, Setuju?? Makanya guys judul di atas tolong dibaca dengan suara lantang dan semangat berapi-api. Inilah profesi yang bakal jadi tujuan hidup kita dohe dan kurang lebih butuh waktu 6 tahun untuk mendapatkan gelar like me drh. M.Arif Alfurqan *Aminnn.. (I am Proud be Vet).

4. It's Challenged Job (Profesi yang menantang)
      
Bayangkan anda harus berhadapan dengan berbagai spesies hewan , mulai dari hewan laut, darat, hulu, hilir, kutub, selatan semuanya punya karakteristik dan cara penanganan yang berbeda-beda pula. Kita kudu belajar, we must know first, beda spesies, beda pula anatomi tubuhnya. Beda spesies beda pula obat yang diberikan. Belum lagi kita harus siaga dengan berbagai behaviour (tingkah laku) pasien kita. hebatkannn?? ga semua orang tahan tentunya pas masa-masa kuliahan ginian gan haha. belum lagi pada saat menjalani masa pendidikan profesi (koas) dimana gak jarang kita terkadang sampe tidur di kandang-kandang hewan, nungguin sapi yang melahirkan contohnya. Tujuannya buat apa sih? yeah dengan begitu kita bakal tau keseluruhan tiap proses yang dialami si sapi , proses merejannya, berapa lama waktu normal ia lahiran, dan lain sebagainya. Nginep di Rumah sakit hewan, memantau perkembangan pasien yang sakit. Ada lagi? masih banyakkk.. haha. kadang juga pada saat tangan kita masuk ke dalam rectal sapi (maaf; p**tat) untuk check up kebuntingan, coba bayangin rasanya itu hangat2 kegelian gitu. atau berburu anjing liar untuk di suntik rabies, dan masih banyak lain lagi. Asekkkkk.. bagi gueee..seruu dahhhh !!


Tapi masih disayangkan, profesi dokter hewan masih di pandang sebelah mata dan belum mendapatkan penghargaan sepenuhnya dari bumi ibu pertiwi ini, maka sabarlah kalian semua wahai Kolegaku. I am Sure, it just about the matter of the time. Tetaplah berbuat yang terbaik, dan jangan sesali bidang apapun yang kamu pilih. Manustyia Mriga Satwa Sewaka itu sungguh pekerjaan yang mulia ! Semua Job itu menyenangkan, percayalah guys semua punya kebaikannya masing-masing dan ada hikmahnya tersendiri, just enjoy it and do the best, OK. Salam Kagum dari saya untuk semua kolega dan para pengunjung setia. Lovefully.

Comments

Popular Posts