Dilema Rohingya

       
Pemberitaan tentang muslim Rohingya kembali menjadi topik hangat setelah diketahui bahwa mereka mengalami tindakan ketidakadilan dari pemerintahan Myanmar, tempat mereka menetap. Muslim di Indonesia pun begitu berduka dengan konflik yang seakan tak berkesudahan itu. Mari sama-sama kita mendoakan masyarakat Muslim Rohingya agar segera terbebas penderitaannya. Saat ini, etnis Rohingya di Rakhine tengah menghadapi tekanan berupa aksi kekerasan militer oleh rezim berkuasa Myanmar.
        Presiden Erdogan, menarik perhatian dunia, di depan rakyatnya ia menyampaikan akan membawa isu  kejahatan dan krisis kemanusiaan Myanmar ke mahkamah Umum PBB pada tanggal 19 september 2017 mendatang, di New York Amerika serikat, serta memburu biksu radikal "Wirathu" yang selama ini dikenal sebagai dalang dan provokator yang menyebarkan benih-benih kebencian umat budha untuk etnis rohingya. 

Berikut video Speech Erdogan : 


          Erdogan menyampaikan sikap turki saat berbicara di depan partai pendukungnya di Istanbul turki. Ia menyatakan sebagai negara muslim, turki ikut bertanggung jawab moral untuk menentang keras terhadap kekerasan yang menimpa etnis rohingya di Myanmar.  Hingga kini, hampir 400 orang tewas dalam konflik antara pemerintah Myanmar dan etnis Rohingya. "Ketika saudaramu tersakiti dan kau diam saja tanpa melakukan tindakan apa - apa, itu artinya kalbumu rusak dan berdebu."

Begitu juga dengan langkah berani indonesia, mendapatkan dukungan dan respon positif dari berbagai negara belahan dunia karena berhasil menjalankan upaya diplomasi dan sebagai negara pertama yang berhasil bernegoisasi masuk ke negara Myanmar. Tidak hanya statemen politik , namun Menlu Retno juga mengatakan butuh bukti kongkret untuk menyelesaikan krisis kemanusiaan yang berkepanjangan itu. Di lain kesempatan, Indonesia juga menawarkan solusi perdamaian untuk mengajak pemerintahan Myanmar agar dapat meredam perang serta menghentikan pembantaian di negaranya tersebut. 


          Melirik sebuah hadis, Diriwayatkan dari Ibnu Umar, beliau berkata: "Rasulullah SAW bersabda: Seorang muslim itu adalh saudara muslim yang lain. Oleh sebab itu, jangan menzdalimi dan meremehkannya dan jangan pula menyakitinya." (HR. Ahmad, Bukhori dan Muslim) 


Puisi :
Dengan terus menyebut 99 nama indahMu
Dengan selalu memuji dan memuja keagunganMu
Hari ini kuhaturkan haru-biru dalam doaku

Tuhanku
Mata batinku berkaca-kaca menyaksikan petaka ini
Nestapa saudaraku bangsa Rohingya yang terusir atau diusir dari negerinya
Menjadi pengungsi untuk menghindari perang dan kezaliman
Meninggalkan tanah airnya untuk mencari suaka dan rasa damai

Rohingya adalah manusia
Tapi kedurjanaan telah merendahkan martabatnya
Diburu dengan desing peluru
Dianiaya dengan segala jenis senjata

Tuhanku
Hari ini telah kusaksikan kemanusiaan yang dihinakan
Kemanusiaan yang dikremus atas nama kekejian
Justru oleh manusia sebangsa dan setanah airnya

Dunia sudah seharusnya terjaga dari teror dan horor memilukan ini
Umat manusia dimana pun berada harus terusik dengan ulah tangan-tangan kotor ini
Saat rasa kemanusiaan telah dinistakan
Mimpi buruk harus diakhiri

Tuhanku
Lidahku kelu mengucap salam dan rindu
Terapung di kelopak mataku nasib para pengungsi Rohingya itu
Perempuan renta dan bayi tanpa dosa
Harus tersapu badai saat berlari dari negerinya

Bukankah agama tidak mengajarkan kekerasan dan tipu-daya?
Bukankah agama hanya mengajarkan kebajikan dan kasih-sayang pada sesama walau berbeda etnis dan agamanya?

Kucium daging terbakar dari negeri Myanmar
Kemanusiaan yang memar oleh agama yang ingkar
Kenapa api kesumat dan nyala dendam harus berkobar?

Takbirku membiru di pucuk lidahku
Takbirku membiru dalam dadaku
Meratapi kedegilan dan kegilaan ini
Myanmar terus mencakari nalar dan getar keimananku

Tuhanku
Tancapkan kuku keadilanMu
Mekarkan wangi bunga pada bumi Myanmar
Taburkan biji tasbih dan kedamaian pada bangsa Rohingya
Rasa damai dan kemerdekaan yang sejatinya
Amin

(Embun Pagi untuk Rohingya, 2017) Puisi oleh HM. Nasruddin Anshoriy Ch

Comments

Post a Comment

Popular Posts