Pesan dalam Seminar Festival TIK di Unsyiah ; Ubah Image indonesia Sebagai Pengakses Konten Pornografi Kedua di Dunia
Best internet, Best Generation.
Indonesia dengan penduduk lebih dari 200 juta jiwa ternyata memiliki catatan buruk untuk tingkat pengakses video porno, Ujar Kominfo dalam seminar Festival TIK Unsyiah Hari ini. Faktanya, Indonesia Menurut Ketua Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI), Yuliandre
Darwis, Indonesia menempati posisi dua dalam mengakses konton porno di
dunia maya.
"Dalam hal ini negara harus proaktif. Penangkalan pun harus maksimal.
Memang Kominfo menutup konten pornografi, tapi kok Indonesia peringatan
dua," jelasnya.
Pasalnya, dari penilitian yang dilakukan masih banyak cara yang
dilakukan para pengakses konten porno ini meski telah ditutup pemerintah.
"Untuk tahun 2013 saja, kita sudah ada di
peringkat enam pengakses situs porno. Tahun 2014 meningkat menjadi
peringkat ketiga. 2015 kita peringkat kedua di bawah Amerika hingga sampai sekarang".
Menurutnya, tahun 2015 ini peringkat
pertama dipegang Amerika Serikat. Namun, berdasarkan search engine
Google dan penelitian yang dilakukan oleh pihaknya, perbedaan akses
konten pornografi Indonesia tidak beda jauh dengan Amerika.
Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas
pengakses konten pornografi dilakukan oleh anak muda. Bahkan, 80 persen
pemuda Indonesia menyimpan konten pornografi dalam telepon genggamnya.
"Internet jadi pemicu. Kita juara share
tentang konten pornografi. Coba cek ponsel anak muda, pasti mereka
menyimpan itu," jelasnya.
Dalam pertemuan yang lalu pada rapat penyelenggaraan Festival TIK, Pemerintah Aceh dalam hal ini Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf juga meminta Kementerian Kominfo untuk
memblokir konten pornografi di situs-situs internet. Selama ini, kata
gubernur, pemerintah memang telah memblokir akses ke situs porno, namun
jika diakses, laman muka situs masih menampilkan gambar pornografi.
“Kewajiban pemerintah menyelamatkan generasinya. Coba Kominfo blokir
juga laman muka website porno,” pinta Irwandi.
Ayo gerakkan dan ajarkan anak-anak bangsa untuk memanfaatkan Internet menjadi sebagai hal yang penting untuk peningkatan akses-akses berkualitas dan konten positif.




Comments
Post a Comment