Mau Jadi Wirausaha Muda? Ikuti Tips ini !



Sikap dan Karakter Seorang Pengusaha


Apakah kamu tahu, menjadi Pengusaha sukses harus memiliki sikap dan karakter yang dapat menunjang keberhasilan usahanya? Seorang pengusaha biasanya punya ciri-ciri sikap dan karakter khusus. Sikap dan karakter yang dimilikinya tersebut akan membawa usaha ke arah pengembangan, peningkatan, dan kemajuan. Apa saja sikap dan karakter yang wajib dipupuk untuk jadi seorang pengusaha yang andal?
            Contoh kali ini diambil dari Pak Habibi, Seorang pengusaha UKM (Usaha Kecil Menengah) di bidang penjualan roti dan kue. Pak Habibi melabeli usahanya dengan nama “Bakery Lezat”. Usaha yang dijalankanya memproduksi aneka roti dan kue yang kemudian dititipkan di toko-toko terdekat. Sebenarnya, Pak Habibi ingin sekali punya toko sendiri, akan tetapi modalnya belum cukup. Pada saat itu harga sewa toko sangat tinggi. Ia tak putus asa. Pak Habibi pun membuat aneka roti kue dari rumah dan menjualnya dengan cara menitipkan pada toko-toko terdekat. Ternyata hasilnya lumayan juga, walaupun tak punya toko sendiri. Pengusaha Bakery Lezat ini dapat ditiru sikap dan karakternya, terutama pada saat ia mengalami berbagai kendala di lapangan. Contoh sikap dan karakter seorang pengusaha antara lain:


   Pengusaha hebat membutuhkan tekad kuat dan langkah konkret

1. Adaptability
      Adaptability adalah kemampuan dalam menghadapi situasi baru dan menemukan solusi kreatif dari permasalahan-permasalahan yang ada. Contohnya, ketika pengusaha Bakery Lezat tiba-tiba menghadapi lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Kondisi tersebut berimbas pada kenaikan harga bahan-bahan baku roti dan kue, seperti terigu, gula, telur, dan biaya transportasi. Selain mengalami kenaikan harga, ancaman penurunan daya beli juga akan terjadi. Bagaimana pengusaha harus menyikapi keadaan ini?
Bunglon adalah hewan melata yang pandai menyesuaikan diri dengan lingkungan melalui perubahan warna kulit. Seorang pengusaha pun harus pandai menyesuaikan diri dengan perubahan yang cepat.

      Seorang pengusaha akan cepat beradaptasi pada situasi baru dan menemukan solusi kreatif yang menekannya. Apa strategi Pak Habibi? Ia melakukan perhitungan modal pokok setiap roti kembali, kemudian membuat varian-varian baru seperti roti dengan ukuran mini. Roti mini adalah variasi roti baru dengan bahan ekonomis yang dapat dijual dengan harga murah. Pruduk utama kemungkinan akan dinaikkan harganya, tanpa perlu mengurangi kualitas bahan. Pilihan tersebut tak bisa dihindari karena kenaikan bahan baku. Pengusaha sebaiknya juga mencarikan alternatif pilihan jenis roti lainnya yang dapat dijual dengan harga ekonomis. Tujuannya agar pembeli tak beralih. Sikap adaptif dan punya solusi kreatif akan terus bermanfaat bagi seorang pengusaha, seperti halnya Pak Habibi. 

2. Competitiveness
 
Bersaing? Mengapa tidak! Jawaban itulah yang seharusnya terlontar dari seseorang yang ingin terjun ke dunia usaha.

        Competitiveness adalah kesediaan untuk bersaing dan menguji diri sendiri terhadap yang lain. Dalam dunia usaha akan selalu tumbuh pesaing-pesaing baru. Hal ini wajar dan pasti akan dialami oleh setiap pengusaha. Setelah sekian lama, usaha Bakery Lezat punya pesaing baru. Pesaingnya juga berjualan tak jauh dari lokasi penjualan Bakery Lezat selama ini. Sebagai pengusaha, Pak Habibi harus berlapang dada untuk berkompetisi dengan pesaing baru. Ia harus meningkatkan daya saing agar usaha bakery lezat tidak kalah dalam persaingan.
     Hal-hal yang dapat dilakukan Pak Habibi adalah mempelajari keunggulan dan kelemahan pesaingnya, kemudian membandingkannya dengan keunggulan dan kelemahan usaha Bakery Lezat. Selanjutnya, Pak Habibi dapat memperbaiki kelemahan usahanya serta lebih meningkatkan keunggulannya. Dengan mempelajari keunggulan lawan, kamu, seperti halnya Pak Habibi, dapat mengevaluasi apakah produk kamu sudah cukup unggul atau tidak. Tingkatkan keunggulan produk kamu dalam hal kualitas, harga, pelayanan, dan berbagai keunggulan lainnya. Seorang pengusaha harus selalu siap untuk bersaing sehat. Ia harus bertekad memenangkan persaingan dengan berbagai keunggulan yang dimiliki. 

3. Confidence
    

                     Kembangkan rasa percaya diri sebagai modal kamu meraih kesuksesan dalam menekuni dunia usaha. 

     Confidence adalah sikap penuh keyakinan bahwa kamu bisa lakukan apa yang telah kamu tetapkan secara konsisten. Sikap percaya diri atau pede harus ditingkatkan tapi jangan berlebihan.
Pada awalnya, ketika Pak Habibi sudah dapat membuat roti sendiri, ia pun bertekad untuk menjual roti sendiri, salah satu alternatif menjualnya adalah menitipkan roti buatannya di toko-toko kelontong terdekat. Langka pertama yang harus dilakukan adalah bicara dengan pemilik toko untuk menitipkan roti. Hal ini bukan sesuatu yang mudah bagi pemula. Ada rasa takut ditolak dan belum memahami cara bernegoisasi. Intinya, nggak pede alias tidak percaya diri! Sebagai seorang pengusaha, kamu harus percaya diri dan konsisten dengan tujuan yang telah ditetapkan semula. Tengok saja Pak Habibi. Ia terus meningkatkan roti buatannya. Sekarang roti titipannya telah diterima oleh 10 toko. itulah buah dari percaya diri!

4. Discipline
        Discipline adalah kemampuan untuk tetap fokus dan taat pada jadwal rencana serta deadline (batas waktu). Pak Habibi menerapkan disiplin dalam bekerja dan tepat waktu. suatu hari bakery Lezat mendapatkan pesanan roti dalam jumlah yang besar. Karena jumlah pesanannya besar maka akan suli bagi Pak Habibi untuk tetap membuat roti titipan warung sekaligus memenuhi pesanan. Apa yang harus dilakukan? Pak Habibi tetap fokus dan disiplin pada rencananya. Ia pun mencari karyawan paruh waktu untuk membantu menyelesaikan pesanan tambahannya. Intinya, seorang pengusaha selalu berusaha memuaskan pelanggannya dengan menepati apa yang telah dijanjikan Jangan sampai tak tepat janji pada toko titipannya, daan terlambat memenuhi pesanan. Bila ia melakukan hal tersebut, maka akan memberikan kesan kurang baik pada pelanggan. Dampaknya, orang tidak akan percaya atau enggan memesan kembali roti Pak Habibi.

5. Honesty
        Honesty adalah komitmen untuk berpegang pada kebenaran, tidak dusta dan bersikap fair (adil) setiap berhubungan dengan orang lain. 


Sikap jujur membuat loyalitas pelanggan membesar. Usaha yang Anda jalankan pun akan semakin lancar. 

6. Organizing
       Organizing adalah kemampuan untuk mengorganisasikan atau mengatur segala sesuatu agar mencapai tujuan. Sejak awal, Pak Habibi sebagai pengelola bakery Lezat membuat pembagian kerja karyawan yang sesuai dengan jabatan masing-masing. Pembagia kerja dan jabatan dibuat dengan mempertimbangkan keahlian dan pendidikan tenaga kerja yag dimiliki. 

7. Perseverance 
Kegagalan dan kerugian adalah karang terjal yang harus didaki untuk meraih kesuksesan bagi seorang pengusaha.
       Perseverance adalah kegigihan untuk bertahan mencapai tujuan, apapun kendalanya.
Kendala adalah hal yang wajar dialami oleh pengusaha. Dalam contoh kasus usaha yang dijalani Pak Habibi  pun akan ada beberapa kendala yang dialami. Salah satunya adalah sepi pembeli. Wajar apabila usaha yang baru didirikan masih mendapatkan pembeli yang sedikit. Tapi janganlah putus asa dan patah semangat. Tetaplah berusaha mencari tahu sebab-sebab usah yang kamu kelola masih sepi pembeli. Lakukan evaluasi pada target konsumen yang kamu tuju. Setelah kamu mengetahui kelemahan usaha kamu, segera lakukan perbaikan sampai mnemukan hasil terbaik. "Seorang pengusaha harus terus bertahan untuk mencapai tujuannya yaitu keberhasilan usaha berupa keuntungan".

8. Persuasiveness
Persuasiveness adalah kemampuan untuk membuat oang lain tertarik dan menyakinkan orang lain atas ide kamu. Pengusaha harus bisa menyakinkan pemodal (investor) dan pelanggan. Pada saat mendirikan usaha Bakery Lezat, Pak Habibi mengalami kekurangan modal untuk membeli peralata mesin roti tetapi ia tak lantas putus asa. Pengusaha Bakery Lezat ini segera menghubungi beberapa kenalan yang potensial untuk diajak kerja sama dalam penyediaan modal untuk usaha ini. Pengusaha Bakery Lezat ini dapat mempresentasikan perencanaan usahanya kepada pemodal dengan baik, jujur, dan menyakinkan sehingga pemilik modal bersedia menanamkan modalnya pada usaha ini. 

9. Risk Taking
Risk taking adalah dorongan untuk berani mengahadapi dan mengambil resiko.
Terjun ke dalam usaha tentunya dapat mengalami kerugian. Kuncinya adalah berani dalam menghadapi resiko! Hanya, kamu jangan gegabah dan harus penuh perhitungan sebelum mendirikan usaha. Perhitungan yang matang di segala bidang, banyak belajar, dan terus mencari informasi mengenai bisnis yang sedang ditekuni, dapat mengurangi resiko kerugian yang dapat dialami seaktu-waktu. 

10. Understanding
Kemampuan mendengar dan memahami konsumen dan mitra kerja akan memberikan dampak luar biasa terhadap kemajuan usaha.
Understanding adalah kemampuan untuk mendengarkan dan berempati kepada orang lain.
Pengusaha Bakery Lezat berusaha untuk terus dan selalu peka terhadap keinginan pelanggan, karena itu seorang pengusaha harus memiliki sikap berbesar hati untuk menerima keluhan dan saran dari pelanggan. Setelah itu pengusaha juga harus melakukan penelitian dan mengkaji lebih lanjut keluhan dan saran yang diterima. Dengan kepekaan dan empati, pengusaha akan tahu apa yang paling diinginkan oleh konsumennya.

11. Passion
Passion adalah gairah untuk bekerja keras dalam mencapai tujuan. 
Passion memacu seseorang agar semangat berkarya dan tak mudah bosan dalam bekerja.

12. Vision
Kemampuan untuk melihat hasil akhir dari tujuan kamu sambil bekerja untuk mencapainya. 
       Seorang pengusaha yang andal, biasanya sudah mengetahui tujuan akhir yang diinginkannya Menjadi Pengusaha roti dan kue seperti Pak Habibi, harus punya visi dan mimpi tentang usahanya kelak. Ia haruspunya cita-cita ke depan. 
Visi bagi seorang pengusaha adalah target pengembangan usaha yang hendak dicapainya di masa depan.

Comments

  1. Kerennn..
    Dikelola terus sampai go internasional

    ReplyDelete
  2. Tulisannya masih perlu diedit , banyak kata yang masih ketinggalan misalnya usah harusnya usaha, terus font penulisan harus disesuaikan juga jenis tulisannya disesuiakan jangan beda-beda, judulnya tidak rapi , sepertinya perlu ditinjau ulang dan butuh proses pengeditan kembali , agar hasil maksimal, terus jangan diulang-ulang ,inti/point nya tidak perlu diulang-ulang karena pembaca akan langsung mengerti , thanks udah ngundang aku ke blog ini , ditunggu blog selanjutnya , semoga kita dapat mengikuti langkah pak Habibi untuk menjadi pengusaha yang sukses baik dalam hal kuliner maupun usaha yang lainnya , salam sayang dan hangat buat penulis dan seluruh para pembaca yang telah membaca tulisan ini , Ciao! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thankyou nisa, so precious your correction Buddy :)

      Delete

Post a Comment

Popular Posts